Headlines News :
“Telah sepi suasana alam, tak ada lagi yang menemani di kala ini, renunganku hanya pada alam, renunganku menyatu dengan sepi, desir angin dingin yang perlahan membelai dan menerpa ku, hingga terasa tercabik hati yang selama ini merasa fana,..Aku tak tahu aku dalam perasaan duka atau suka, terkadang kedua rasa itu membaur menjadi satu, yang mungkin tak akan terurai lagi menjadi lembaran-lembaran kepastian,..kisah hidup yang tak sempurna,..perjalanan cinta yang tak begitu mulus,..hingga cerita tentang kegagalan meraih asa bergelayut dan hinggap dalam sanubari yang terus-menerus hingap menggoda aku untuk terus terjaga walau suara alam telah memanggil aku untuk kembali ke peraduan”
Kugores dalam diaryku
24 Desember 2008

Untaian kalimat demi kalimat terus mengisi catatan harianku, kalimat penuh keluhan, kalimat penuh kepasrahan…terus-menerus ada dan tak pernah absen mengisi catatan itu.. Mungkin karena keresahan hati ini atau karena kegamblangan perasaan… berbagai himpitan terus datang…. Sebenarnya aku ingin sekali lepas dari semua itu, dari keresahan, dari kepasrahan, ku ingin bangkit, hingga ku berdiri tegak lagi menatap jalan yang walaupun berliku dihadapanku itu..
Terkadang sebuah keyakinan hadir menyelinap masuk kedalam benak, ia mencuri satu tempat di bilik hati. Disaat keyakinan itu dating, rasa percaya tumbuh besar. Tapi entah mengapa ia hanya sesaat ada lalu pergi lagi, terkadang dating, terkadang pergi.
Aku bisa saja menjadi jauh lebih yakin bahwa aku bisa memiliki satu tempat dihatimu, namun aku juga bisa saja jauh dari pasrah dari keadaan yang sebenarnya.
Jiwaku begitu kuatnya menginginkanmu, hatiku juga bicara seperti itu, sama persis tiada beda sedikitpun, tetapi tidak dengan pikiran dan benakku, walau ia juga menginginkanmu, ia menyangkalnya, karena tiada kepastian dari ucapan bibirmu. Kedua sisi ini yang terus membuatku gelisah, semakin gelisah, cemas, dihantui rasa takut akan terlepas darimu.
Aku memang pemimpi, mimpi ingin menggapai bintang bersamamu, aku juga sering berkhayal, berkhayal terbang menyapa rembulan deganmu, tapi apa itu salah? Sah-sah saja kan? Selama ini tiada ku ketahui hukumyang mengatur hal itu.
Aku ingin bercerita bebas, sebebas-bebasnya pada angina malam ini, angina yang menemani aku disaat semua terlelap di dalam peraduannya. Cerita tentang aku, tentang perasaanku kepadamu, tentang indahnya mimpi dan khayalku, tetapi ia kurang bersahabat denganku, kemanakah aku menumpahkan seluruh hasrat dan onak dihatiku yang terlalu banyak, sehingga menghimpit, sesak di dadaku. Angin saja tak mau mendengar, apalagi seekor nyamuk yang sedari tadi hanya mengajakku bersenda gurau.
Mungkin semua bosan, tat kala aku hanya menyerukan hal yang sama setiap saat, tapi apa daya, hal yang sama yang kurasakan, tak terelakan.
Ruang dan waktu salig berlomba untuk ku hiasi dengan senyumku, , mereka tak bersorak ketika ku sama sekali tak tersenyum, mereka tak mengajukan protes, saat kuwarnai dengan tetesan bening air mata, karena mereka hanya menanti untuk diisi, walau harapan mereka aku isi dengan seutas senyum, dan sekuntum kebahagiaan setiap harinya. Aku ingin seperti ruang dan waktu yang selalu sabar menanti, walau aku menantimu tidak dengan suatu kepastian, walau semua masih samar-samar dalam bayangan. Walau dirimu pernah berkata saying padaku, walaupun dengan berujung kata “tapi…”
Ambang batas ketidakpastian ini sulit untuk dilangkahi agar menjadi lebih pasti Selama ini orangg-orang bilang padaku “selain berusaha kaupun harus berdoa”, Oh ya? Ku piker itu jalan terbaik dan pasti satu-satunya cara yang bisa menolong aku dalam ketidakpastian ini, aku mencobanya… Doa ku panjatkan, aku memohon dalam setiap doaku, aku meminta keinginanku terkabulkan, agar bisa sedikit merubah hidupku…belum terjawab ! Hingga saat ini, detik ini. Aku tak pernah meragukan TUHAN !! tak pernah, karena aku yakin Dia Maha Kuasa, pemberi harap bagi yang memohon kepadanya, pemberi apa yang dibutuhkan umatnya, tetapi mengapa sempat terbersit dalam pikiranku, keraguan akan DIA ? oh TUHAN, berdosakah hamba meragukan-Mu ?, ampuni aku. Alasan stu-satunya dan terkuat dalam pembelaanku adalah mengapa belum jelas ketidakpastian ini, walau aku telah meminta dan memohon. Tapia pa berlaku pembelaanku di hadapan pengadilan TUHAN ? Ahhh…Cukup ! aku tak boleh seperti ini, cukup sudah satu keraguanku akan jawabanmu, kenapa aku menambah dengan keraguanku akan TUHAN ?.
Kompleks sudah semua ini, rasa ini, bercampur menjadi satu, tak dapat lagi dipisahkan, tetap aku belum dapat jawaban, belum…
Inginku segera mendesakmu, inginku segera mengusikmu agar kau segera berikan kepastian itu, sebak dalam dada terasa dengan adanya ketidakpastian ini. Tapi tak bisa, aku terlalu lemah bila setiap kali aku menangkap semburat cahaya dari matamu, aku rapuh tak punya daya apapun untuk segera ungkapkan kepadamu bahwa aku cemas, resah menanti semua ini.
Aku kini telah hilang arah…dan harus kembali ke arah sesungguhnya…aku hanya jatuh dan selayaknya untuk bangun kembali…!!
Mungkin cintamu yang bisa buat semuanya berubah… mugkin cintamu yang mampu membangunkan aku… tapi? Apakah ia ada? Apakah ia sudi menghampiri aku? Mungkin! Bisa saja tidak! Karena semuanya belum mendpatkan kepastian.
Asa dan cita ku telah kugores dan terpatri dalam hati…hanya butuh daya untuk mewujudkannya…cahayamu!
“Rembulan dan bintang kau jangan tertawa ! aku yakin aku akan menggapaimu..mentari tersenyumlah, temani aku jalani hari”.
Mungkin semua ini terjadi karena ketidakpastian mu.



Dalam larut perasaan ku hanyut…
Entah apa yang membalut semua ini…
Sekejap ku di balur bahagia…
Semua hilang lenyap
Tanpa jejak yang terpatri di dasar hati
Semua larut membaur bercampur luluh lantaknya rasa yang hilang ini…
Pedih…
Teramat perih
Hingga aku hancur…
Terpuruk dan tak mampu keluar dari semua yang mendera hati ini…
kabut...
penuh kabut hitam menggerayangi pikiran ku
semakin tak jelas!

JELASKAN PADAKU!!!!!!

Mungkin aku yang tak sempurna, karena memang seperti itu adanya, maaf bila ku tidak bisa memberi sesuatu yang seperti kau harapkan, itu kelemahanku..
Sayang aku tahu ku bukan siapa-siapa tapi ketahuilah jiwa dan cinta ini sepenuhnya untukmu, selalu..
Maaf hanya itu yang terus ku ucap!
rasa ini pedih bila kau bersikap seperti ini padaku! jangan kau siksa aku dengan cara seperti ini!
sebab ku tak mampu berdiri tanpa nafas darimu,..aku tak sanggup..
Sungguh aku tak akan menyia-nyiakan semua cinta yang kau berikan apabila ada sesuatu ceritalah padaku,.biar kita selesaikan secara bersama-sama,,..
Sekalipun jarak dan waktu pisahkan dirimu dari pandangan mataku dan sentuhan jemari ku kau ada dan selalu ada di hatiku,...percayalah..walau tak mungkin sepenuhnya kau percaya!!!!

OUGH............................

Gak tahu kenapa, kesal datang tiba-tiba
disaat bahagia datang melanda
mungkinkah ini yang disebut kecewa
ah......
mendesah saja.....
hilang semua....
tapi....
gak juga seperti itu....
semua merasuk dalam pikiran...
aku bingung...

tak tahu aku harus melangkah atau berdiri di tempat
asa yang kuanggap tak sia-sia
kini mulai merapuh dan sia-sia


tak ada jalan.....
buntu.....
tak berujung
bagailabirin yang menyesatkan aku pada pikiran yang carut marut

kadang ku menjerit
tak ada yang mendengar...
aku bersuara
tapi tak bersuara...

hilang...
lenyap...
sepi....
patah....
sunyi.....
ough.............

About Me


Saya Natalius, terlahir kedunia tepat pada tanggal 24 Desember 1987 di sebuah desa yang begitu saya banggakan. Tumbuh dan berkembang dalam asuhan keluarga yang begitu perduli dan menyayangiku. Putra pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya adalah laki-laki, laki-laki yang harus berani, berani mengambil keputusan, berani mengambil resiko, berani menghadapi segala tantangan, serta berani untuk bermimpi.
Mimpi dan cita-cita saya sampai saat ini, detik ini belum terwujud dan saya terus berupaya untuk menggapainya walau sulit sekalipun. Karena apabila kita berani bermimpi, berarti harus berani menggapainya. HARUS.

Harapan saya, semoga blog ini dapat mewakili segala ekspresi saya yang saya lontarkan melalui kata-kata dalam bentuk tulisan, dan semoga bermanfaat bagi siapa saja.

Saya dapat dihubungi melalui :

Email : nats.nafa@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/natalius.abidin
Twitter : http://www.twitter.com/NATALIUZONE
Telp : 085654420815

Salam Blogging, semoga bermanfaat.

PGSD KU!!!

Sebenarnya jika kita mau kupas tuntas apa yang terjadi di dalam diri PGSD FKIP UNTAN, gak akan habissss.....
Tapi kita ambil positifnya aja...jika mau dibahas pun percuma, posisi sebagai mahasiswa ini sulit... apalagi yang bergerak hanya sendirian....aku sebenarnya mencari dukungan untuk melakukan pergerakan di kampus ku yang tercinta...sayang mahasiswanya maish pada lugu semua. !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

JEMBATAN TAYAN,TELAN DANA Rp.500 MILYAR

PONTIANAK--Jembatan Tayan mulai masuk tahap pembangunan tahun ini. Jembatan terpanjang di Kalimantan itu dengan bentengan 1.354 meter diperkirakan menelan dana Rp500 miliar.Kemarin (7/4) pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum melakukan ekspos pembangunan jembatan di aula Dinas Pekerjaan Umum Kalbar. Eskpos dihadiri Gubernur Kalbar Corenelis dan jajarannya; Kepala Dinas PU Kalbar Jakius Sinyor dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalbar Fathan A Rasyid.

Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pembiayaan pembangunan jembatan Tayan sudah masuk dalam perencanaan (buku biru) Bappenas dan Departemen Keuangan.”Ini proyek besar sehingga diusahakan untuk mendapatkan pinjaman luar negeri. Beberapa diantaranya sudah ada yang menawarkan bantuan,” katanya.Menurutnya, pembangunan jembatan yang terdiri dari dua bagian dan melewati Pulau Tayan ini diperkirakan rampung paling lama tiga tahun.Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana awal sebesar Rp5 miliar di APBN 2009. Dana tersebut dipersiapkan untuk membuka akses dan persiapan jalan penunjang menuju jembatan Tayan.

Jembatan Tayan terletak di Kecamatan Tayan Hilir yang menghubungkan Kota Tayan dengan Piasak, Kabupaten Sanggau. Jembatan ini melintasi Sungai Kapuas melalui Pulau Tayan yang mempunyai luas 58,3 Ha dan dihuni 2.181 penduduk.Jembatan Tayan yang akan dibangun nanti terletak di 112 km dari Kota Pontianak, pada ruas jalan poros/lintas Selatan Kalimantan yang menghubungkan Kalbar dengan Kalteng.Menurut Danis, pembangunan jembatan ini akan menjadikan lintas selatan Kalimantan berfungsi secara optimal dalam melayani kinerja transportasi darat. Saat sekarang, lalu lintas kendaraan dilayani kapal ferry yang dioperasikan oleh PT ASDP. Jembatan yang akan dibangun nanti terdiri dari dua bagian dengan total keseluruhan 1.354 meter dan lebar jembatan 11,5 meter (2 jalur, 2 lajur).Jembatan pertama dari akses utara Tayan menuju pulau mempunyai panjang 280 meter. Sementara jembatan kedua, yang juga jembatan utama, dari pulau Tayan menuju ke Piasak sepanjang 1.074 m. Proyek tersebut juga termasuk membuka jalan di pulau dengan panjang 318 meter.

Di jembatan utama terdapat bentangan jembatan sepanjang 75m-200m-75m (350 m) yang direncanakan untuk mengakomodasi navigasi lalu lintas kapal pada alur utama dengan lebar jalur lebih besar tiga kali panjang kapal (rencana 65 meter).Saat ini pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pemerintah Kabupaten Sanggau berkoordinasi untuk membebaskan lahan untuk pembangunan jembatan itu. Jakius Sinyor, kepala Dinas PU Kalbar memperkirakan lahan milik warga yang akan dibebaskan nanti seluas 23 hektar. ”Pembebasan lahan ini merupakan tanggung jawab daerah. Apakah sharing kabupaten dan provinsi, akan dibicarakan nanti teknisnya,” kata dia.Sementara itu Gubernur Kalbar mengatakan dengan dibangunnya pulau itu nanti akan menggerakkan potensi sektor perdagangan dan pariwisata di pulau yang mempunyai lebar 10-425 meter ini.

”Kalau sudah jadi, perkembangan perekonomiannya luar biasa. Hutan Tanaman Industri yang dimiliki sudah panen, pertambangan bauksit dan bijih besi sudah eksis, penjualan CPO lancar, dan jembatan ini menjadi penunjangnya,” kata dia.Cornelis meminta agar pengerjaan pembangunan jembatan ini benar-benar dilaksanakan sesuai prosedural. Dia tidak menginginkan ambruknya jembatan Kapuas di Kalteng sebelum diresmikan juga terjadi dalam pengerjaan di Tayan.”Konsultan pengerjaannya juga harus bertanggung jawab penuh terhadap proyek ini. Secara teknis jembatan harus dirancang minimal mampu bertahan selama 150 tahun,” katanya.Mengenai sumber pendanaan yang akan membiayai pembangunan, Pemprov Kalbar juga menerima tawaran dari negara-negara asing. ”Kemarin Belanda juga menawarkan pinjaman, tapi syaratnya mereka sendiri yang membangun jembatan itu. Mudah-mudahan tahun 2013, sebelum periode saya berakhir, jembatan ini sudah jadi,” katanya.(zan)
Pontianak Post,
Rabu, 08 April 2009 , 07:13:00

TANJUNGPURA'S SCOUTMENSHIP CAMP 2009

Pontianak,...3-9 Mei Tepatnya di GOR UNTAN diadakan Perkemahan Pramuka Penegak Pandega Putra-Putri Se-Kalimantan Barat,..yang nama acaranya adalah Tanjungpura Scoutmentship champ,..Kegiatan untuk Putri adalah Girl Guide Champ X dan Putra Adventure Of Baden Powel IV,,...Kegiatan ini Diselenggarakan Oleh Racana Karang Tunjung-Junjung Buih Gudep 04041-04042 Tanjungpura,..dan diikuti oleh 14 Sangga Putri dan 15 Sangga Putra,..dimana kegiatan ini berisi lomba yang salah satunya adalah,..Pioneering,..Penjelejahan,..Pemilihan Putra-putri ABP/GGC,..Lomba tata Upacara Penegak/Pandega,..dan masih banyak lagi dech,...pokoknya ada total 24 mata lomba,... dan yang keluar sebagai Juara Umumnya Adalah SMAN 1 Siantan Kabupaten Pontianak untuk putra dan SMAN 7 Kota Pontianak Untuk yang Putri,...

DENGARKAN CURHAT KU

Mungkin banyak orang berfikir tentang diriku yang sekarang menurut orang-orang berubah,...padahal dalam hatiku berkata aku tidak sama sekali berubah,..aku hanya merasa terpinggirkan oleh seleksi alam yang tak dapat ku hindarkan,... April, Mei, Juni, tahun 2009 lumayan berat kulalui berbagai hal yang banyak menyita konsentrasi dan tenagaku,.. aku sedikit tak mampu berdaya melawannya,...tapi apa daya semua itu harus aku lalui sebagai orang yang telah memutuskan masuk ke dunia ini,..aku sebenarnya sekarangb butuh orang yang mengerti aku, taahu masalah ku bukan orajng yang menuntut aku,.. aku ingin ada yang mengerti aku,.. bukan orang yang hanya tahu aku punya ini dan itu yang dapat dimanfaatkan,,. mereka bahkan tidak satupun tahu ada beban berat dalam hati ini yang harus dijalani ku,.. CINTA,...gak tahu,..apa sich itu? huhhhhhhh lelah rasa ini,.. semua hal yang harus kujalani juga tidak didukung oleh keadaan finansial dari diriku,.. mangapa?,.. aku hanya berharap pada kemurahan TUHAN yang datang menolong aku,..mengirimkan malaikatnya membantu ku,.....

TEORI BELAJAR

Jika menelaah literatur psikologi, kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. Dalam tautan di bawah ini akan dikemukakan empat jenis teori belajar, yaitu: (A) teori behaviorisme; (B) teori belajar kognitif menurut Piaget; (C) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan (D) teori belajar gestalt.
A. Teori Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :
1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.
Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya: Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons.
• Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
• Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
2. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
• Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
• Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.
3. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner
Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
• Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.
Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.
4. Social Learning menurut Albert Bandura
Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya, Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.
Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini, seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan, Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method), metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method), Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan.
B. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget
Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”
Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
5. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.
C. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.
D. Teori Belajar Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :
1. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
2. Kedekatan (proxmity); bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
3. Kesamaan (similarity); bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
4. Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
5. Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
6. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.
Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt, yaitu:
1. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”.
2. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis).
3. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu.
4. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.
Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
1. Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
2. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.
3. Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.
4. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
5. Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.

penting? klik aja ini buat ngeprint!
 

My Tweets

">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 4

');
    ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
    ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");

FIND ME ON TWITTER AND FACEBOOK

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KATA NATALIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger